Apa 8 Ciri-Ciri Alergi Obat yang Paling Mudah Dikenali?

Alergi obat adalah reaksi abnormal berasal dari sistem kekebalan tubuh Anda pada obat-obat tertentu. Obat-obatan apa pun—dari obat warung, obat resep, hingga herbal—bisa sebabkan reaksi alergi. Tapi sering kali alergi obat cuma berjalan kalau mengkonsumsi suatu type obat tertentu.

Ciri-ciri alergi obat yang paling enteng dikenali adalah terlihat gatal-gatal, ruam, atau demam setelah mengonsumsinya. Alergi seperti ini mampu sebabkan reaksi yang serius, lebih-lebih hingga anafilaksis—reaksi alergi yang mengancam nyawa karena berdampak pada beraneka sistem tubuh.

Namun alergi tidak serupa dengan dampak samping obat yang tertera pada label kemasan obat. Alergi obat termasuk kudu dibedakan dengan kasus keracunan obat yang disebabkan oleh overdosis.

8 Ciri-Ciri Umum Alergi Obat

Tanda-tanda alergi obat kebanyakan berjalan di dalam waktu 1 jam setelah konsumsi. Kadang-kadang reaksi alergi baru bakal berjalan berjam-jam, berhari-hari, atau lebih-lebih berminggu-minggu kemudian. Ciri-ciri alergi obat kebanyakan adalah:

 

Waspadai Tanda-Tanda Anafilaksis

Anafilaksis adalah reaksi alergi yang jarang berjalan tetapi mampu mematikan karena sebabkan problem manfaat yang meluas pada beraneka sistem tubuh. Tanda-tanda alergi obat yang sudah menimbulkan anafilaksis antara lain:

 

Hilang kesadaran

Ciri-Ciri Alergi Obat yang Lainnya

Kadang-kadang reaksi alergi obat baru berjalan beberapa hari atau minggu setelah mengkonsumsi dan mungkin bakal tetap dirasakan sepanjang beberapa waktu setelah berhenti mengkonsumsi obat bersangkutan. Ciri-ciri alergi obat yang lainnya termasuk:

Serum sickness, yang mampu sebabkan demam, nyeri sendi, ruam, pembengkakan, dan mual.

Anemia akibat obat, yaitu berkurangnya kuantitas sel darah merah, yang bakal sebabkan kelelahan, detak jantung tak beraturan, sesak napas, dan gejala-gejala lain.

Ruam akibat obat dengan tanda-tanda eosinofilia dan sistemik, yang sebabkan ruam, kuantitas sel darah putih meningkat, pembengkakan secara keseluruhan, pembengkakan kelenjar getah bening, dan kekambuhan infeksi hepatitis yang sudah sembuh.

Inflamasi pada ginjal (nefritis), yang mampu sebabkan demam, urin berdarah, pembengkakan secara keseluruhan, kebingungan, dan gejala-gejala lain.

Segera periksa ke dokter kalau Anda mengalami tanda-tanda alergi obat, lebih-lebih kalau Anda merasakan reaksi alergi kronis atau anafilaksis setelah mengkonsumsi obat.

Apa yang Menyebabkan Reaksi Alergi Obat?

Alergi obat berjalan kalau sistem kekebalan tubuh dengan keliru mengidentifikasi obat sebagai zat berbahaya, serupa seperti virus atau bakteri.

Sering kali alergi ini berkembang pada waktu sistem kekebalan tubuh sudah lebih-lebih pernah peka pada obat tertentu. Itu artinya pertama kali Anda mengkonsumsi obat itu, sistem kekebalan Anda sudah mendeteksinya sebagai zat beresiko sehingga mengembangkan antibodi tertentu untuk obat tersebut.

Kali ke dua Anda mengkonsumsi obat yang sama, antibodi tertentu berikut kelanjutannya mengenali obat itu lalu memerintahkan sistem kekebalan untuk menyerangnya. Senyawa-senyawa yang dilepaskan akibat moment ini sesudah itu sebabkan gejala-gejala atau ciri-ciri alergi obat yang dirasakan pasien.

Sejumlah bukti menunjukkan bahwa sedikit bekas obat yang terdapat di dalam bahan makanan, apabila obat antibiotik, sudah memadai bagi sistem kekebalan tubuh untuk menciptakan antibodi tertentu terhadapnya.

Beberapa reaksi alergi obat mungkin disebabkan oleh sistem yang berbeda. Para ahli yakin bahwa sejumlah obat mampu secara langsung mengaitkan diri dengan type sel darah putih pada kekebalan tubuh yang disebut sel T. Kejadian ini mampu sebabkan pelepasan senyawa-senyawa yang menimbulkan reaksi alergi. Jika demikianlah yang terjadi, maka tanda-tanda alergi obat mampu terlihat di kali pertama mengkonsumsi suatu obat.

Bagaimana Cara Mengatasi Alergi Obat?

Penanganan untuk kasus alergi obat kebanyakan dengan dua cara: penyembuhan untuk mengatasi gejala-gejala alergi yang tengah dialami dan penyembuhan untuk memungkinkan Anda selalu mengkonsumsi obat penyebab alergi tersebut.

Pengobatan untuk Mengatasi Gejala-Gejala Alergi

Setidaknya tersedia tiga langkah yang digunakan untuk mengatasi reaksi alergi pada obat:

Berhenti mengkonsumsi obat. Jika dokter sudah memastikan bahwa Anda punyai alergi obat, maka langkah awal untuk mengatasi gejala-gejala alergi adalah dengan menghentikan mengkonsumsi obat. Sering kali langkah inilah yang kudu dilaksanakan kebanyakan orang.

Dokter mungkin meresepkan obat antihistamin atau menganjurkan Anda membeli obat antihistamin seperti diphenydramine yang mampu menghindar senyawa sistem kekebalan tubuh yang diaktifkan sepanjang reaksi alergi.

Kortikosteroid oral atau suntikan mampu digunakan untuk mengatasi inflamasi yang perihal dengan reaksi alergi berat.

Mengatasi anafilaksis. Anafilaksis memerlukan suntikan epinefrin langsung dan perawatan di tempat tinggal sakit untuk memantau tekanan darah dan pernapasan pasien.

Pengobatan untuk Menekan Reaksi Alergi Obat

Kadang-kadang obat yang menimbulkan alergi tidak mampu digantikan dengan obat lain, sehingga dokter mungkin kudu pakai strategi sehingga selalu mampu mengkonsumsi obat tersebut.

 

Dokter bakal mengawasi dengan hati-hati dan menolong dengan perawatan yang tersedia untuk membuat sembuh reaksi-reaksi yang timbul.

 

Graded challenge. Dengan langkah ini, dokter awalannya bakal menambahkan obat di dalam dosis rendah dulu, lalu bakal dinaikkan secara bertahap hingga dosis normal. Jika tidak tersedia reaksi alergi yang muncul, dokter mungkin bakal menyimpulkan Anda tidak punyai alergi obat.

Drug desensitization. Dengan langkah ini, dokter awalannya menambahkan obat di dalam dosis rendah lalu secara bertahap dinaikkan tiap-tiap 15 – 30 menit sepanjang beberapa jam atau hari. Jika sudah meraih dosis normal dan tidak tersedia reaksi alergi, maka dokter memutuskan Anda boleh melanjutkan mengkonsumsi obat tersebut.

Jika Anda mengalami tanda-tanda alergi obat, sebaiknya langsung hentikan pernah mengkonsumsi obat dan beritahukan kepada dokter. Dokter bakal mempertimbangkan bagaimana langkah terbaik untuk mengatasi alergi obat yang Anda alami.

 

Selain mengobati, Anda termasuk mampu menghindar reaksi alergi obat. Cara terbaik ialah dengan hindari mengkonsumsi obat yang menjadi penyebab alergi. Beritahukanlah kepada dokter atau tenaga medis yang mengatasi bahwa Anda punyai alergi pada jenis-jenis obat tertentu. Dengan begitu mereka mampu mencari alternatif obat yang lebih aman.

This article was written by admin