Cara Praktis Menentukan Makanan Halal

Bagi seseorang muslim makan bukanlah hanya sekedar menikmati kelezatan serta kenikmatan makanan yang dirasakan pada ekspresi lalu masuk ke kerongkongan serta berakhir pada saluran pembuangan, melainkan lebih berasal itu. Bagi seseorang muslim makan merupakan sebuah proses ibadah yang di dalamnya terkandung adab dan hukum yg harus dijaga serta ditaati.

Menentukan makanan yang sehat, aman serta halal adalah hal yg krusial terutama bagi mereka yang berada di luar negeri, khususnya di negeri yg sedikit populasi muslimnya. Pernahkah teman-sahabat waktu sedang mengunjungi pasar swalayan buat berbelanja dan mengisi stok cemilan kemudian galau ambil yang mana ya asal sederetan biskuit, kue, roti, coklat, yg berjejer rapi di raknya? Jawabannya mungkin sekali adalah “iya” buat mereka yg baru pertama kali masuk toko tersebut atau baru datang di negeri kawasan berdomisili kini . Buat mereka yg telah “gape” alias hafal, biasanya pribadi meluncur ke rak-rak makanan sebelum antrian kasir bertambah panjang.

Dulu sekali ketika aku baru datang pada manchester, saya meminta bimbingan asal sahabat yang telah lebih dahulu tiba ihwal hal ini. Terdapat yang bilang lihat saja kode “e”-nya. Jika e “sekian”, berarti itu mengandung unsur babi serta tidak halal, atau lihat saja apakah ada indikasi “v”-nya berarti itu vegetarian serta aman berasal unsur hewani termasuk babi.

Ketika pertama kali menelaah perkodean ini, saya menghabiskan lebih kurang lebih berasal setengah jam buat memilah-milih kode-kode yang dimaksud sebab aku lihat satu-satu di bungkus apa saja komposisinya. Kadang aku bolak-balik , atas bawah, kanan kiri, karena pertanda v ini juga terkadang bersembunyi di sudut. Sampai suatu waktu saya bertanya-tanya jua serta mencoba mencari memahami apa itu sebenarnya kode e dan apakah sahih kode e “sekian” yang dimaksud memang tidak halal.

Setelah berselancar membaca banyak sekali sumber aku mendapatkan definisi bahwa kode e ini artinya kode yang dikeluarkan sang uk food standard agency (fsa) serta sudah disetujui oleh uni eropa buat bahan tambahan (zat aditif, kata kerennya) pada kuliner. Bahan standar kode e mampu bermacam-macam contohnya zat nabati, hewani, sintetis, bahkan bahan tambang. Unsur hewani ini juga bisa berupa lemak, kulit, susu, telur, dll. Fungsinya pun majemuk bukan hanya emulsifier (penjaga kestabilan) tetapi jua pemanis, pengawet, pewarna, antioksidan, pengasam, dll. Ternyata luas banget kan pengertiannya.

Contohnya e100 itu curcumin yg dari dari ekstrak kunyit buat pewarna kuning serta halal. Lain lagi, e422 gliserol yang berfungsi menjaga kelembapan yg biasa didapati di keju, asam lemak di gliserol ini bisa dari berasal hewan (misanya babi) atau dari tanaman.

Asal aneka macam pembahasan tadi mampu kiranya diambil kesimpulan bahwa langkah pertama memilih kuliner halal adalah melihat indikasi v (suitable for vegetarian) serta memastikan tidak terdapat unsur yg tidak halal mirip alkohol atau olahan asal tubuh babi di dalamnya. Bagaimanapun, bisa jadi kode e yang mencurigakan itu tertera pada kemasan tetapi dengan adanya pertanda v mengindikasikan bahwa kuliner tadi asal berasal unsur botani.

Hal lain yang tidak kalah pentingnya merupakan menentukan kuliner yang sehat. Banyak zat aditif yg berbahaya apalagi Jika dikonsumsi dalam jumlah besar pada ketika yang sama. Menjadi model aspartam yang ialah pemanis menggunakan kadar manis 200 kali lebih cantik dibanding gula biasa. Umumnya dipakai untuk soft drinks, dikenal pula menjadi e951. Fsa akan mengkaji seluruh zat aditif ini, dilakukan penelitian dengan hewan, dicari memahami seberapa besar kadar yang mampu ditoleransi manusia serta sebagainya. Komite ini memutuskan apa yg dianggap menjadi acceptable daily intake (adi), kadar maksimal yg mampu ditoleransi per harinya. Adi buat aspartam artinya 40 mg/kgbb/hari.

Penelitian di tikus membagikan konsentrasi pada nomor tadi berpotensi menyebabkan tumor. Lalu berat badan kita kan beda-beda bagaimana ya menghitungnya ? *tiba-tiba jadi pusing* nah teman-sahabat tidak usah khawatir asalkan tidak meminum 14 kaleng soft drinks pada sehari kadar itu tidak akan tercapai. Jika mau tahu lebih detilnya bisa singgah di web yg ada pada referensi goresan pena di bawah.