Posisi Seks Berikut Ternyata Paling Beresiko Menyebabkan Penis Patah

Jika pasangan hanya melakukan posisi hubungan intim yang itu-itu saja, maka salah satu atau keduanya tentu akan bosan dan mengalami penurunan gairah untuk melakukannya. Karena alasan inilah cukup banyak pasangan yang ingin bereksplorasi dan mencoba berbagai posisi hubungan intim yang baru. Dengan melakukannya, maka kita memang akan membuat hubungan seks menjadi lebih menyenangkan. Sayangnya, beberapa jenis posisi hubungan intim ternyata bisa memberikan resiko lebih besar bagi organ vital, khususnya organ vital pria, untuk mengalami patah penis.

Ada sebuah kasus mengerikan yang terjadi pada pria berusia 42 tahun di China yang mengalami patah penis saat melakukan hubungan intim yang sangat panas. Pria yang dipanggil Dai ini bahkan sampai dilarikan ke bagian unit gawat darurat di Guanxi Minzu Hospital pada tanggal 18 April 2017 lalu. Penis Dai sendiri bengkok dan mengalami pembengkakan parah hingga menyerupai buah terong dengan rasa sakit yang luar biasa.

Pakar kesehatan menyebutkan bahwa penis patah ternyata bisa memicu disfungsi ereksi dan gangguan seksualitas lainnya. Biasanya, penis patah ini ditandai dengan adanya bunyi patahan, ereksi yang langsung menghilang, dan adanya darah yang muncul pada saluran urine pada penis.

Sebuah penelitian yang hasilnya dipublikasikan dalam jurnal berjudul Advances in Urology pada tahun 2014 lalu menunjukkan fakta menarik dimana ada tiga posisi hubungan intim yang paling beresiko menyebabkan patah penis. Posisi tersebut adalah posisi cowgirl, posisi doggy style, dan bahkan posisi misionaris yang sering digunakan oleh banyak orang.

Saat melakukan posisi cowgirl, wanita akan mengendalikan hubungan intim dengan berat badannya karena Ia menunggangi penis pasangannya. Dalam penelitian ini, diketahui bahwa 14 dari 28 kasus penis patah terjadi pada saat pasangan melakukan posisi seks ini. Selain itu, posisi doggy style ternyata menjadi pemicu dari 29 persen kasus penis patah. Yang cukup mengejutkan adalah, posisi misionaris yang kerap dianggap tidak beresiko ternyata bertanggung jawab pada 21 persen kasus penis patah yang seringkali disebabkan oleh pria yang terlalu bersemangat dalam melakukan penetrasi.

This article was written by admin